By Farizal Akbar

Peniggalan Agama Hindu

Posted by Farizal Akbar On 10.28 1 comment

Pendahuluan
 Agama Hindu merupakan agama yang tertua dalam sejarah peradaban manusia. Agama Hindu pertama kali masuk di negara India. Di sana agama Hindu berkembang pesat. Setelah India, barulah agama Hindu merambah ke negara-negara lainnya. Peninggalan sejarah agama Hindu pun sangat banyak dan beragam serta tersebar di berbagai negara.

Agama Hindu di Indonesia
Agama Hindu mulai masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke-4 Masehi. Disinyalir agama Hindu dibawa dari India dan dibawa ke Indonesia dengan perantara para pedagang.
Sebelum masuknya agama Hindu, Indonesia masih dalam masa prasejarah atau masa di mana masih belum mengenal tulisan. Dengan masuknya agama Hindu, perubahan besar pun terjadi di Indonesia. Zaman prasejarah berganti dengan zaman sejarah di mana tulisan mulai diperkenalkan melalui ukiran-ukiran yang terdapat pada yupa. Selanjutnya, agama Hindu berkembang pesat di Indonesia melalui kerajaan-kerajaan yang pada waktu itu berdiri baik di Jawa maupun luar Jawa.

Peninggalan Sejarah Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama tertua dalam sejarah peradaban manusia. Peninggalan sejarah agama Hindu sangat banyak, di antaranya adalah Yupa, Prasasti, Candi, Sistem masyarakat, Kerajaan-kerajaan Hindu, dan Sistem Kasta.

 
Yupa

Yupa
Yupa adalah prasasti peninggalan kerajaan Kutai. Yupa merupakan salah satu bukti bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia adalah pada awal abad ke-4 Masehi. Yupa dibangun pada masa raja Mulawarman (Raja Kutai).

Prasasti
 Prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Hindu di antaranya: Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten, Tugu, dan Lebak. Prasasti-prasasti tersebut adalah peninggalan Kerajaan Tarumanegara.

Candi
Candi-candi peninggalan budaya Hindu antara lain Prambanan, Arjuna, Skrikandi, dan Badut. Semua candi-candi tersebut dibuat pada saat kerajaan Hindu masih berkuasa di Indonesia.

1. Candi Prambanan
Candi Prambanan
Candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utamanya adalah setinggi 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama yang kokoh dan lebih daripada 250 candi kecil.
Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

2. Candi Arjuna
Candi Arjuna
Candi Arjuna adalah sebuah kompleks candi Hindu peninggalan dari abad ke-7-8 yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.
Dibangun pada tahun 809, Candi Arjuna merupakan salah satu dari delapan kompleks candi yang ada di Dieng. Ketujuh candi lainnya adalah Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati. Di kompleks candi ini terdapat 19 candi namun hanya 8 yang masih berdiri. Bangunan-bangunan candi ini saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Batu-batu candi ada yang telah rontok, sementara di beberapa bagian bangunan ini terlihat retakan yang memanjang selebar 5 cm.

3. Candi Srikandi
Candi Srikandi
Candi Srikandi terletak di utara Candi Arjuna. Batur candi setinggi sekitar 50 cm dengan denah dasar berbentuk kubus. Di sisi timur terdapat tangga dengan bilik penampil.

4. Candi Badut
Candi Badut
Candi Badut terletak di kawasan Tidar, kota Malang. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Tidar. Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo pada tahun 760 Masehi silam.
Kata Badut di sini berasal dari bahasa sansekerta “Bha-dyut” yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya.
Candi ini ditemukan pada tahun 1921 dimana bentuknya pada saat itu hanya berupa gundukan bukit batu, reruntuhan dan tanah. Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang. Candi Badut dibangun kembali pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda. Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya.

Sistem Masyarakat
Sejak masuknya agama Hindu, kehidupan di Indonesia berubah dari zaman prasejarah menjadi zaman sejarah, dari belum mengenal tulisan menuju ke peradaban baru yaitu mulai mengenal tulisan.
Adanya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu
Dengan adanya sistem masyarakat yang lebih modern, maka mulai terbentuklah kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu. Ada seorang raja, yang bertugas mengatur rakyatnya pada masa itu. Beberapa kerajaan yang bercorak Hindu, yaitu Kutai, Tarumanegara, Singosari, dan Majapahit.

1. Kerajaan Kutai
Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Taruma merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

3. Kerajaan Singhasari
Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Malang.

4. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dan mejadi Kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia Kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.

Sistem Kasta
Salah satu peninggalan sejarah agama Hindu yang hingga saat ini masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat adalah sistem kasta, bahwa manusia itu dibedakan atas kasta atau derajatnya. Sistem kasta menurut agama Hindu dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra (yang memiliki kasta paling rendah). Meskipun sistem kasta sudah dihilangkan, namun kenyataannya masyarakat masih belum bisa menghilangkannya secara total.
Peninggalan sejarah agama Hindu masih melekat kuat dalam masyarakat. Sekalipun agama Hindu bukanlah satu-satunya agama yang ada di Indonesia sekarang ini, namun peninggalan agama Hindu masih memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat. Peninggalan sejarah agama Hindu tersebut wajib dilestarikan karena hal itu merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya.

Semoga bermanfaat.

1 komentar:

In baru sejarah yg benar, ga di buat2 emank benar hindu agama yg tertua bukannya islam

Poskan Komentar

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account Blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).